| Tentang IPNU | | | |
| Kamis, 19 Agustus 2004 | |
| Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang). Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri. Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren. Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mewujudkan visi tersebut, IPNU melaksanakan misi: (1) Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi; (2) Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa; (3) Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah; (4) Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi. Sebagai salah satu perangkat organisasi NU, IPNU menekankan aktivitasnya pada program kaderisasi, baik pengkaderan formal, informal, maupun non-formal. Di sisi lain, sebagai organisasi pelajar, program IPNU diorientasikan pada pengembangan kapasitas pelajar dan santri, advokasi, penerbitan, dan pengorganisasian pelajar. Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia. |



1 komentar:
Rotibul Hadad
Ratib Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad adalah Ratib yang penuh dengan keberkahan. Beliau menyusun Ratib ini pada malam 27 Romadhon 1071 H. Sebab daripada penyusunan Ratib ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab زخيرة المعاد بشرح راثب القطب الحداد yang dikarang oleh As-Syaich Abdullah bin Ahmad Ba-Saudan bahwa : Seseorang telah datang kepada penyusun ketika mendengar sekelompok dari Madzab Zaidiyah masuk ke negeri Hadlromaut, meminta agar Al-Habib Abdullah menyusun beberapa kalimat dzikir yang mengandung pemantapan Aqidah dan Iman, untuk membentengi Aqidah dan Iman mereka dari pengaruh kelompok tersebut, yang dapat mereka amalkan bersama.
Maka dari sanalah Al-Habib Abdullah menyusun Ratibnya yang mulia ini. Setelah kemudian mulailah Ratib ini menyebar ke berbagai penjuru dunia, beranjak dari negeri Hadlromaut ke Yaman, Makkah, Madinah, Mesir, Syiriah, India dan berbagai propinsi yang berada di negeri kita yang tercinta ini.
Ratib ini memilki keistimewaan yang amat luar biasa. Bahkan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sendiri seringkali mewasiatkan agar Ratib ini selalu dibaca, beliau berkata : “Ratib kami ini menjaga negeri yang dibacakan padanya”
Dalam kesempatan lain Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berkata: “Siapa yang senantiasa mengamalkannya akan mati dalam khusnul khotimah”
Dua jaminan yang amat luar biasa telah dinyatakan oleh penyusun Ratib sendiri, yang kemudian diikuti oleh pujian para ulama’ dan sholihin, serta berbagai fakta yang menunjukkan bahwa pengamal dari Ratib ini mendapatkan keselamatan dan keamanan dari pencurian, tenggelam, sihir dan gangguan jin serta bencana lainnya.
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk dapat mengamalkannya di setiap malam hari. Aamiin.
Posting Komentar